MBAHMARDI
changes for improvement

Memandikan Bayi

16.17
TAK sedikit ibu baru beranggapan bayi baru lahir masih 'ringkih'. Mereka takut memandikan bayinya. Makin panik kalau bayinya menangis. Padahal, normal jika bayi menangis kencang saat dimandikan.

Meski baru pertama kali, ibu baru harus berani. Singkirkan perasaan khawatir. Bersikaplah tenang dan anggap memandikan bayi kegiatan yang menyenangkan. Supaya bayi tidak terjatuh, ibu boleh menggunakan alas perlak dan kain. Risiko tergelincir berkurang. Agar bayi tidak kemasukan air, posisi kepala lebih tinggi dari badan. Jangan menyiram muka bayi. Gunakan waslap saja.

Simak langkah-langkah memandikan bayi:
  1. Taruh bayi di atas perlak, satu persatu lepaskan baju. Bersihkan lebih dulu jika si kecil ngompol atau pup. Seka dengan waslap yang telah dicelupkan air hangat. Mulai dari kepala, muka, lipatan leher, tangan, dada, lipatan ketiak, paha, kaki, terakhir yang paling kotor yaitu lipatan paha, area kelamin dan pantat.
  2. Sabuni bayi, dengan waslap yang ditetesi sabun, mulai dari atas ke bawah.
  3. Angkat bayi dengan cara menyelipkan tangan kiri di bawah tengkuknya (jika Anda tidak kidal), lalu pegang erat-erat ketiaknya. Tangan kanan memegang tubuhnya untuk dimasukkan ke dalam bak mandi. Pegang bagian punggung dan leher bayi dengan telapak tangan kiri, sementara ibu jari dan telunjuk menutup telinga kanan dan kiri bayi agar tak kemasukan air. Bilas dengan tangan kanan ketika membasuh seluruh tubuhnya, dimulai dari bagian kepala. Jangan lama-lama, agar bayi tak kedinginan. Untuk membersihkan punggungnya, balikkan tubuh bayi dengan cara sangga tubuhnya dan pegang erat ketiaknya dengan tangan kiri. Tangan kanan bisa mulai membilas bagian belakang.
  4. Setelah tak tersisa bekas busa sabun dan sampo, angkat bayi dan letakkan di atas handuk yang telah disiapkan. Tutup tubuh bayi dengan bagian handuk di sebelah kiri dan kanan, lalu keringkan kepalanya. Setelah itu keringkan seluruh tubuhnya, tangan dan kaki. Pastikan bagian lipatan seperti leher, paha, ketiak kering dari air. Pada bayi gemuk banyak terdapat lipatan.
  5. Pindahkan bayi ke susunan pakaiannya. Perhatikan tali pusatnya. Jika ada kotoran atau kerak di pinggiran atau bagian dalam pusar, bersihkan dengan cotton buds yang telah dibasahi alkohol 70 persen. Olesi perut dan punggung bayi dengan minyak telon. Boleh diberi bedak, walau tidak harus. Pada lipatan-lipatan boleh juga diberi krim. Setelah itu pakaikan popoknya, baru kemudian bajunya.
  6. Setelah bayi mengenakan baju, bersihkan mata, mulut dan telinga. Bersihkan kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang, dari ujung mata ke arah hidung. Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata. Bersihkan lubang hidung dan daun telinga dengan cotton buds. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga. Bersihkan bagian luar telinganya saja.
  7. Setelah semua selesai, bagian muka bayi boleh diberi bedak dengan cara mengusapnya. Kemudian bayi kita peluk supaya ada transfer rasa hangat dari badan ibu ke bayi.
Read On 0 komentar

Mengajar si kecil di saat Makan

16.14
RUPANYA banyak nilai plus dari kegiatan memberi makan si kecil. Dengan kreativitas Anda, ia bisa menyerap banyak hal, misalnya konsep-konsep sederhana. Caranya pun cukup mudah. Hanya menggunakan peralatan makan serta makanan si kecil. Ayo Bunda! Jadikan waktu makan si kecil berarti.

Atas dan Bawah

Ajarkan konsep atas dan bawah dengan makanan. Lakukan sesekali saat Anda akan memberikan sepotong makanan atau sesendok makanan. Naikkan makanan itu tinggi di udara seraya mengatakan "atas! atas! atas!" dengan intonasi suara agak tinggi. Kemudian, turunkan makanan tadi dan ucapkan "Bawah! Bawah! Bawah!" dengan nada suara rendah.

Kiri dan Kanan

Lakukan saat Anda memotong lauk si kecil. Letakkan satu potong makanan di sebelah kiri piring si kecil lalu katakan "kiri" dengan lembut. Ulangi dengan meletakkan makanan di sebelah kanannya. Katakan "kanan" dengan intonasi suara yang sama. Ingat! Sebelum dimakan si kecil, perhatikan ukuran potongan makanan. Jangan terlalu besar untuk mencegah si kecil tersedak.

Bentuk

Nah, kali ini Anda bisa menggunakan serbet makan atau saputangan untuk mengenalkan si kecil tentang berbagai macam bentuk. Saputangan biasanya terlipat dengan bentuk bujursangkar. Ubahlah bentuknya menjadi berbeda-beda. Lipat ujungnya ke sisi dalam secara diagonal sehingga membentuk segitiga. Tunjukkan pada si kecil. Buka lagi, lipat sisi atas ke arah bawah sehingga membentuk persegi panjang. Coba lagi bentuk-bentuk yang lain. Menyenangkan, bukan?

Warna

Mengenalkan pelbagai warna bisa dimulai dari benda-benda yang berada di sekitar arena makan. Mulailah dari alat-alat makan batita Anda yang berwarna-warni. Misalnya, cangkir, piring, sendok, mangkuk, dan sebagainya. Sebaiknya, Anda menggunakan satu warna untuk satu objek. Sehingga si kecil Anda tak bingung menentukan jenis warna dari setiap benda tersebut.

Atau, Anda juga bisa memanfaatkan benda lain, seperti mainan. Gantunglah mainan seperti kotak-kotak kecil yang terdiri dari berbagai warna di atas kursi makannya. Selain acara makan jadi menyenangkan, si kecil pun belajar mengenal warna. Kuning, merah, hijau, biru...

Lagi? Cukup?

Kenalkan konsep "lagi" atau "cukup" saat memberinya makan. Caranya, berhenti menyuapi makanan ke mulutnya secara berkala, lalu tanyakan "lagi?" atau "cukup?" kepadanya. Eits! Anda juga perlu strategi lho. Tanyakan pertanyaan ini lebih awal saat Anda tahu bahwa si kecil masih lapar. Begitu ia tak menjawab pertanyaan Bunda, katakan "Lagi? Okay, ini dia!" seraya menyuapkan makanan ke mulutnya. Nah, jika Anda melihatnya sudah kekenyangan. Tanyakan "Cukup?" padanya seraya menghentikan suapan.

Buka dan Tutup

Anda sedang mengenakan kemeja, sweater atau jaket saat memberi makan si kecil? Hmm, busana pun bisa menjadi media belajar buatnya lho. Apalagi, kalau pakaian yang Bunda kenakan memiliki resleting di bagian depan. Kenalkan konsep "buka" dan "tutup" saat itu. Caranya, buka resleting pakaian Anda dan katakan "Buka". Kemudian, kancingkan lagi dengan cepat sambil berujar "Tutup". Ulangi perkataan itu saat hendak menyuapi si kecil. Beri contoh sambil membuka dan menutup mulut Anda.

Satu, dua, tiga...

Untuk mengajarkan berhitung, gunakan finger foods, yaitu makanan yang bentuknya besar dan bisa dipegang dengan jari, misalnya kentang goreng, sosis, roti dan sebagainya. Awali dengan dua potong makanan. Hitunglah selagi Anda memisahkan satu demi satu potongan. Lakukan ini saat mulut si kecil sudah penuh dengan makanan. Sehingga Anda tak perlu khawatir si kecil akan merebut makanan tadi selagi Anda menghitungnya. Nah, setelah kira-kira seminggu atau lebih, tingkatkan hitungan. Dari dua potong, naikkan menjadi tiga potong. Ajari dia berhitung, "Satu, dua tiga..." Lakukan hal ini berulang-ulang saat si kecil makan.

Penuh dan Kosong

Sekarang, giliran cangkir yang ambil peran. Ambil dua cangkir dengan bentuk dan ukuran yang serupa. Lakukan demonstrasi. Isi penuh cangkir yang satu dengan air dan biarkan yang satunya lagi kosong. Letakkan keduanya di atas meja. Secara berkala, fokuskan perhatian anak Anda pada kedua cangkir sepanjang Anda memberinya makan. Sekali waktu balik cangkir yang kosong di udara untuk memperlihatkan bahwa tak ada sesuatu di dalamnya. Sajikan masing-masing cangkir ke hadapannya seraya mengatakan "penuh" atau "kosong".

Pertama dan Terakhir

Katakan "Pertama" saat Anda mulai memberikan suapan pertama ke mulutnya. Begitu pula saat akan mengakhiri sesi makannya, umumkan "Nah, ini suapan terakhir!"

Besar dan Kecil

Lakukan demontrasi perbedaan antara besar dan kecil dengan menggunakan makanan yang bentuknya besar. Potonglah roti atau daging dengan ukuran yang bervariasi. Letakkan dua potong makanan tadi dengan ukuran yang berbeda di hadapan si kecil. Tunjuk pada ukuran yang besar dan katakan "besar" dengan suara yang keras. Ulangi dengan ukuran yang kecil. Sekali lagi, lakukan demonstrasi ini saat mulut anak Anda penuh dengan makanan. Jadi, mereka tidak akan menyambar roti atau daging itu sebelum Anda selesai mempertunjukkannya.
Read On 0 komentar

Ikuti Pola Tidur Bayi

16.03
MENURUT Dr William C Dement, seorang dokter dan pakar tidur, orangtua (terutama sang ibu) yang baru saja punya bayi, umumnya kekurangan tidur dua jam setiap malamnya sampai bayinya berumur lima bulan. Lalu setelah lima bulan sampai anak berusia dua tahun, umumnya orangtua kekurangan satu jam waktu tidur untuk setiap malamnya. Tapi semua dapat teratasi dengan mengikuti pola tidur si kecil.

Rata-rata total lamanya bayi baru lahir tidur adalah 16-19 jam dalam sehari. Hanya saja, setiap kali tidur waktunya tidak lama. Susahnya lagi, siklus tidur bayi baru lahir masih terpengaruh kebiasaannya ketika dalam kandungan, di mana ia justru lebih banyak tidur pada siang hari dan sebaliknya lebih aktif di malam hari. Alhasil, sang ibu pun jadi sering bangun di malam hari.

Bayi yang hanya minum ASI akan bangun setiap satu atau dua jam sekali untuk menyusu. Sebabnya adalah karena ASI itu sendiri sifatnya sudah 'setengah' tercerna, sehingga lebih mudah dan lebih cepat diserap oleh pencernaan bayi. Tetapi akibatnya, si kecil akan cepat lapar dan terbangun. Karenanya, ibu-ibu yang menyusui bayinya cenderung lebih kurang tidur daripada ibu yang memberi bayinya susu formula di malam hari.

Inilah salah satu bentuk 'perjuangan' yang harus dilakukan ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Sementara bayi yang minum susu formula, biasanya akan tidur lebih lama, sekitar 3-4 jam, ini karena pencernaan bayi lebih lambat mencernanya. Untungnya, begitu usia tiga bulan, si kecil akan tidur lama di malam hari. Kalaupun terbangun, paling-paling hanya satu atau dua kali saja sepanjang malam.

Untuk diketahui, ibu yang kondisi kurang tidur terus-menerus tubuhnya akan terasa pegal-pegal, lemah, letih, dan lesu, refleksnya pun cenderung berkurang. Kurang tidur juga dapat menurunkan daya tahan tubuh. Untungnya, kelelahan fisik akan sedikit 'terobati' bila Anda dapat merebahkan badan dan santai sejenak.

Sayangnya, ini tidak berlaku bagi kelelahan mental. Bagian otak yang sangat berperan mengendalikan kemampuan Anda untuk berbicara, mengingat, berkonsentrasi, dan memberi perhatian, serta menyelesaikan masalah, tidak akan dapat berfungsi dengan baik bila Anda tidak benar-benar tidur dengan cukup.

Akibatnya, kekurangan tidur menyebabkan Anda mudah lupa, sulit berkonsentrasi, moody, lebih sensitif dari biasanya, bahkan dapat sulit memilih kata-kata ketika sedang berbicara. Kurang tidur ternyata juga dapat menjadi salah satu faktor (selain faktor hormon) penyebab baby blues pada ibu.
Read On 0 komentar

Ungkapkan Jenis Emosi Anak Sejak Dini

15.55
ANAK terlahir bagaikan kertas putih. Bukan saja pendidikan formal dan nilai moral yang harus ditanamkan, tapi diperlukan juga melatih kecerdasan emosi si kecil.

Setiap orang di dunia memiliki kepribadian, karakter, dan emosi yang berbeda. Begitu pula pada balita (bawah lima tahun). Karakter anak pada usia ini sangat ditentukan oleh apa yang mereka lihat dan dengar. Semakin banyak anak usia dini mendengarkan atau melihat ketidakadilan di lingkungannya, maka akan membuat emosi anak semakin tidak menentu.
Selain itu, televisi menjadi media yang produktif untuk memengaruhi emosi anak.

Ketidaksanggupan anak membedakan emosi biasanya ditandai dengan kadang-kadang marah yang sulit dikendalikan, atau merasa senang berlebihan dan tiba-tiba berdiam diri tanpa tahu alasan dan penyebabnya. Tingkah laku tersebut biasanya berawal dari keinginannya untuk meniru apa yang mereka lihat. Meniru kemarahan tokoh di film kartun misalnya, atau menyaksikan si tokoh menangis dalam sinetron-sinetron. Dan itu ingin diungkapkan oleh anak-anak dengan caranya masing-masing.

Lalu sebagai orangtua yang cerdas, mengamati sehat atau tidaknya emosi yang dimiliki anak perlu dilakukan segera. Jika anak sering marah tanpa alasan, menangis tanpa sebab atau berdiam diri, maka segeralah memperbaiki perubahan yang terjadi tersebut. Sebaiknya, orangtua hanya disarankan untuk sering-sering menerangkan kepada anak jenis emosi seperti apa yang sedang dilihat.

"Secara garis besar, ada dua hal utama dalam kecerdasan emosi anak, yaitu mengenali dan mengelola emosi. Langkah pertama mengajarkan kecerdasan emosi adalah mengenalkan berbagai jenis emosi kepada anak dengan menyebutkan jenis-jenis emosi," kata dosen psikologi Universitas Gunadarma, Dewi Adrian Wijaya.

Tips sederhana dalam mengajarkan kecerdasan emosi yakni sering menyebutkan berbagai jenis emosi langsung kepada anak. Misalnya anak sedang cemberut, maka orangtua dapat menegaskan situasi emosi tersebut, misalnya dengan menanyakan, "Adik cemberut, apa sedang kesal? Adik kesal apa karena Ibu melarang nonton televisi?". Dengan demikian, anak dipandu untuk terbiasa mengenali kondisi emosi dirinya dan penyebab munculnya emosi itu. "Semakin sering anak mendengar jenis emosi dan pemicunya, anak akan diajarkan untuk menilai sendiri emosi seperti apa yang dimilikinya.

Metode yang dilakukan itu adalah konsep kecerdasan emosi yang di Indonesia masih belum banyak diminati dan belum banyak dikenal oleh orangtua. Namun, di Amerika kecerdasan emosi seperti itu sudah dipopulerkan oleh Daniel Goleman pada 1995 lalu. "Di Amerika orangtua semakin sadar dan yakin bahwa keberhasilan anak tidak lagi cukup dengan keterampilan teknis dan pengetahuan ilmiah.

Cara lain mengenalkan kecerdasan emosi kepada buah hati adalah menunjukkan berbagai gambar, atau mengomentari situasi, baik di majalah, televisi, maupun media lainnya. Misalnya, ketika melihat televisi saat ada tokoh yang sedang sedih karena dinakali tokoh lainnya, maka orangtua harus berkomentar, "Aduh, kasihan sekali, pasti dia sangat sedih karena tindakan nakal temannya itu." Hal yang sama dapat dilakukan pula saat membaca dongeng. Orangtua perlu berkali-kali menyebutkan situasi emosi para tokoh dalam cerita tersebut.

Selain memperkenalkan berbagai jenis emosi, pada saat yang sama, anak juga belajar hal-hal yang menyebabkan munculnya emosi tersebut, misalnya perasaan sedih salah satu tokoh cerita karena ditipu atau dihina tokoh lain. Orangtua juga dapat pula memberikan penilaian moril atas situasi tersebut. Misalnya menghina adalah suatu perbuatan buruk dan jahat sehingga anak menjadi tahu nilai moril dari suatu perilaku.

Sementara itu, ibu rumah tangga Hartati Julian Hoen mengaku mengajarkan kecerdasan emosi kepada putranya dengan memberikan alasan apa yang membuat dirinya marah atau sedih. "Ketika melihat anak saya nakal, maka saya akan mengatakan langsung kalau saya sedih dan menerangkan pula apa yang menyebabkan kesedihan itu," katanya.

Demikian pula Hartati menyebutkan, dirinya akan mengatakan secara terbuka kepada putranya yang masih berusia empat tahun tentang perasaan lain yang dirasakannya. "Jika sudah terbiasa, anak tidak akan sungkan-sungkan mengungkapkan perasaannya. Entah itu sedih, marah dan senang dan itu telah saya alami dengan putra saya Robi Julian Hoen," sebutnya lagi.
Read On 0 komentar

PGV-0 Untuk Menghambat Sel Kanker Payudara

15.14

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.

Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
1. Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13 Penyinaran.

Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.

Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu), payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.

Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.

Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.

Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.

Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.

Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Kanker payudara adalah penyakit mematikan nomor dua setelah kanker leher rahim.Berbagai upaya dilakukan untuk melawan penyakit itu. Kini terapi radiasi dan sitostatika punya kemungkinan menghambat penyebaran kanker.

Kanker payudara dan kanker leher rahim adalah jenis kanker yang frekuensi kejadiannya paling tinggi di antara kanker-kanker jenis lain yang menyerang wanita. Di Indonesia jumlah penderita kanker payudara menduduki peringkat ke dua setelah kanker mulut rahim.

Kanker payudara menjadi penyebab utama kematian pada wanita di berbagai belahan dunia. Karena itu perlu upaya keras untuk melawan kanker dengan cara menghambat dam mematikan pertumbuhan selnya secara selektif, disertai usaha meminimalkan efek samping.

Pembentukan kanker itu melalui empat tahap. Pada tahap inisiasi, terjadi perusakan DNA atau mutasi, yang mengatur penggandaan sel oleh senyawa penyebab kanker (karsinogen). Selanjutnya, terjadi peningkatan penggandaan sel yang abnormal akibat proses inisiasi. Fase ini dinamakan tahap promosi.

Munculnya sel-sel kanker ganas yang diikuti dengan perubahan genetik yang nyata menandai perkembangan tahap progresi. Pada tahap metatasis (stadium empat), sel kanker melakukan ekspansi ke jaringan lain melalui pembuluh darah atau pembuluh limfe. Sel ekspansif itu akan membentuk tumor sekunder di jaringn yang ditulari.

Sambil menyerang sel-sel normal disekitarnya, kanker juga memproduksi racun dam nelepas sel-sel kanker dari induknya yang pecah. Racun dan sel-sel kanker ini akan menyebar bersama aliran darah. Karena itu, kerap ditemukan juga kanker yang tumbuh di tempat lain sebagai hasil metastasisnya. Pada kanker yang parah, sering terjadi pendarahan.

Obat spesifik untuk menghentikan perkembangan sel kanker belum juga ditemukan. Saat ini upaya pencegahan terus diusahakan dengan terapi radiasi dan sitostatika.

Beranjak dari pemikiran itu, Dr Edy Meiyanto Msi Apt, peneliti dari CCRC (Cancer Chemoprevention Research Centre), melakukan penelitian untuk mendapatkan struktur yang lebih stabil dengan aktivitas yang lebih baik dari kurkumin dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara (sel T47D).

“Pengembangan penelitian yang dilakukan CCRC terfokus untuk memodifikasi struktur molekul kurkumin untuk mendapatkan aktivitas farmakologi yang lebih baik,”jelas Edy, yang sekarang menjabat wakil dekan 1 Fakultas Farmasi UGM.

Untuk memantapkan hasil penelitian yang dilakukan medio 2006 ini, September 2006 lalu dilakukan pula simposium internasional yang membahas tentang pengaruh modifikasi kurkumin, yang salah satu analognya adalah hasil penelitan ini, yaitu Pentagamavunon-0 atau 2,5-bis (4’-hydroxy-3’-methoxy-benzylidene)-cyclopentanon (PGV-0).

Dalam melakukan penelitian ini, Edy tidak sendirian. Supardjan AM MS Apt, peneliti yang juga dosen farmasi UGM, berperan dalam menyitesis dan eludasi struktur kurkumin sehingga didapatkan analog baru yang memiliki struktur lebih stabil, yaitu PGV-0.

Pacu Apoptosis Sel Kanker

Awal penelitian ini menggunakan uji sitotoksisitas dengan metode MTT. Yakni, suspensi sel dalam medium dimasukkan ke dalam plate 96 dan diinkubasi selama 24 jam pada inkubator karbon dioksida (CO2). Di akhir inkubasi, medium pada masing-masing sumuran dibuang dan dicuci dengan sejenis larutan tertentu. Kemudian, plate diinkubasi pada suhu 37 derajat celcius. Sel hidup akan bereaksi dengan MTT membentuk warna ungu formazan.

Proses selanjutnya, dilakukan uji pengamatan kinetika proliferasi sel. Proliferasi sel merupakan fungsi dari program daur ulang sel. Metode tersebut dikerjakan dengan cara yang sama pada uji sitotoksisitas dengan konsentrasi perlakuan berbeda pada jam ke 6, 12, 24, 48, dan 72.

Kedua uji dalam riset ini menggunakan metode untuk mengetahui potensi PGV-0 sebagai senyawa anti proliferasi terhadap sel kanker payudara. MTT diabsorsi ke dalam sel hidup dan dipecah melalui reaksi reduksi oleh enzim reduktase.

Selain itu, dalam penelitian ini didapatkan data mengenai proliferasi sel yang menunjukkan bahwa PGV-0 maupun kurkumin dapat menghambat atau menurunkan sifat proliferatif sel kanker payudara. Namun, pada konsentrasi tertentu, induksi kurkumin ternyata tidak menimbulkan pengaruh pada tingkat perubahan sel hidup.

Itu juga menunjukkan bahwa PGV-0 memiliki efek yang lebih kuat untuk menghambat proliferasi sel kanker payudara dibandingkan dengan krkumin.

Kelebihan lain PGV-0 adalah strukturnya. Dengan struktur yang lebih datar dari pada kurkumin, memungkinkan PGV-0 memiliki aktivitas yang lebih baik. PGV-0 juga mampu menghambat daur sel yang berakibat pula pada pemacuan apoptosis (program bunuh diri) sel-sel kanker payudara.

PGV-0 dan juga kukumin memiliki fungsi yang sama, yaitu bertuas menghalangi pertumbuhan pembuluh darah baru. Zat itu mampu bertindak sebagai imunomodulator atau imunostimulator, atau mampu meningkatkan jumlah limfosit, meningkatkan pembunuh kanker, dan meningkatkan antibodi spesifik.

Hambat Pada Fase Tertentu

Berdasar uji sitotoksisitas dan pengamatan profil pertumbuhan sel membuktikan bahwa potensi sitotoksik dan penghambatan ploliferasi terhadap sel kanker payudara, senyawa PGV-0, lebih baik dibandingkan kurkumin.

Daya hambat pertumbuhan tersebut terjadi karena senyawa itu menyebabkan kematian sel atau menghambat program cell cycleprogresion (perkembangan sel) menjadi cell cycle arrest.PGV-0 dapat memacu kematian sel melalui apoptosis atau membuat cell cycle arrest sebagaimana kurkumin yang telah diujikan ke beberapa sel kanker.

Analisis inkorporasi BrdU membuktikan PGV-0 mampu menghambat sel memasuki fase S lebih kuat dibanding kurkumin. Hambatan itu dapat terjadi pada fase G1 (Gap1) ataupun fase S (fase sintesis dan replikasi DNA)

Kanker Payudara Bermula Dari Sel Abnormal

Kapankah kanker payudara mulai bersemai? Ketika ada pertumbuhan yang tidak normal pada sel-sel di kelenjar payudara atau saluran kelenjar. Juga, dapat berasal dari jaringan penunjang payudara.

Kanker akan muncul bila DNA sel normal mengalami kerusakan sehingga menyebabkan mutasi genetik. Kalau tidak segera dikoreksi, perbanyakan sel yang DNA-nya rusak tersebut berpotensi menghasilkan sel kanker. Padahal perbanyakan sel dimaksudkan untuk memulihkan sel-sel yang aus atau rusak.

Jika kerusakan DNA sel normal tidak juga dicegah oleh senyawa atau vitamin dan mineral yang bersifat anti oksidan atau bila sudah terlanjur terbentuk sel-sel kanker, harus segera dilakukan penekanan terhadap pertumbuhan sel kanker tersebut.

Untuk menghambat metastasis (penyebaran) sel kanker, harus diketahui cara sel tersebut menyebar. Ada dua cara sel kanker bermetastasis, yaitu melalui angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) dan penghancuran kolagen yang merupakan kerangka sel normal.

Dengan demikian, metastasis akan dapat dihambat bila angiogenesis dapat dicegah, sementara kolagen yang rusak bisa diperbaiki oleh tubuh dengan memanfaatkan makanan tertentu.

Untuk angiogenesis, sel kanker melepaskan growth factors. Produksi growth factors ternyata dapat dihambat oleh kurkumin yang dikandung dalam kunyit, temulawak, kunir putih, dan PGV-0 sebagai analog.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Tetapi, yang perlu diperhatikan ialah pertumbuhan kanker jenis itu sering tak disadari. Terjadinya mutasi gen akibat sel-sel abnormal tersebut dipicu oleh suatu bahan asing yang masuk kedalam tubuh, seperti pengawet makanan, vetsin, radioaktif, oksidan, ataupun zat korsinogenetik yang dihasilkan tubuh secara alamiah.

Bersama aliran darah dan aliran getah bening, sel-sel kanker dan racun-racun yang dihasilkannya dapat menyebar ke seluruh tubuh kita seperti tulang, paru-paru dan lever.

Karena itu, awalnya pada penderita kanker payudara ditemuan benjolan diketiak atau benjolan kelenjar getah bening lain. Bahkan, muncul pula kanker pada lever dan paru-paru sebagai metastasinya.

Sangat dianjurkan mendeteksi dengan cara sarari atau pemeriksaan payudara sendiri untuk mengantisipasi kanker payudara itu. Terlebih, kanker tersebut sering ditemukan pada stadium lanjut. Sasari merupakan cara paling sederhana dan mudah dilakukan, tetapi mempunyai arti penting untuk deteksi dini kanker payudara.

Sasari untuk Deteksi Dini

Bagaimana mencegah kanker payudara? Peneliti kanker pada Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi jakarta Dr Susi Endrini MSc mengatakan, periksalah payudara, hindari makanan berlemak, serta konsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan. Bagaimana proses dan penyebab tumbuhnya sel kanker payudara?

Secara medis, sel kanker payudara tumbuh lewat tiga tahap. Pertama, inisiasi atau pencetusan. Kedua, promosi. Sel kanker melakukan penggandaan menyebar. Tahap ketiga, yang membahayakan, adalah fase progresif. Ketika itu, sel sudah menyerang organ laimelalui pembuluh darah. Faktor-faktor pencetus tumbuhnya sel kanker, antara lain, bahan kimia, makanan, dan virus. Bisa juga faktor genetik dan radiasi.

Bagaimana pengobatannya?

Ada beberap pilihan. Bisa dengan penyinaran. Bila sel kanker sudah masuk stadium 3 atau 4, tumor diangkat melalui pembedahan. Pilihan lain pengobatannya adalah kemoterapi, memasukkan obat-obatan. Bisa juga dilakukan kombinasi pilihan tadi.

Apa pendapat Anda tentang penggunaan PGV-0 yang merupakan analog kurkumin sebagai obat kanker payudara?

Penelitian tentang penghambatan sel kanker melalui Pentagamavunon (PGV-0) sebagai analog kurkumin(bahan aktif temu lawak) sangat potensial untuk lebih dikembangkan lagi. Terbukti dalam penelitian itu, PGV-0 mampu menghambat sel T47D yang merupakan sel kanker payudara.

Apakah PGV-0 bisa menyembuhkan dan meminimalkan efek samping?

Meminimalkan efek samping tergantung pada reaksi terhadap sel normal tubuh penderita. Yang pasti, biasanya, penderita kenker akan mengalami gugurnya rambut seperti dalam pengobatan kemoterapi.

Bagaimana pencegahan terhadap penyakit itu? Untuk pencegahan, secara dini bisa dilakukan “sadari” (periksa diri sendiri) atau “sarari” (periksa payudara sendiri). Hal ini bisa dilakukan setiap habis mandi. Lalu, hindari mengonsumsi makanan berlemak. Dianjurkan makan buah dan sayuran yang mengandung antioksidan.
Read On 0 komentar

WiMAX

22.01
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah teknologi nirkabel yang didesain agar mampu menyediakan data dengan kecepatan tinggi bahkan pada komunikasi antar-tempat yang dipisahkan oleh jarak yang jauh. Pemanfaatan WiMAX sama dengan pemanfaatan Wi-Fi. Sebuah terminal dapat mendeteksi jaringan WiMAX dan Wi-Fi sehingga pengguna bisa memilih untuk menggunakan jaringan WiMAX atau Wi-Fi.
Secara resmi disebut sebagai standar 802.16, WiMAX mampu menyalurkan data 7 kali lebih cepat dari Wi-Fi. Teknologi WiMAX pun diklaim memiliki kemampuan yang luar biasa dan lebih canggih dari sistem jaringan tanpa kabel yang ada sekarang. Teknologi yang dapat menyatukan sejumlah kawasan hotspot dalam satu area.
Teknologi Wi-Fi memiliki jangkauan yang terbatas, paling jauh sekira 100 meter saja. Bandingkan dengan WiMAX memiliki radius jangkauan sekira 7 sampai dengan 10 km.
Dengan WiMAX kemana pun kita pergi di dalam kota, akses internet dapat dilakukan tanpa biaya yang terlalu mahal. Untuk mencari informasi tidak perlu pergi ke kantor ataupun warung internet, cukup duduk di mobil sambil menunggu lalu lintas yang macet, kemudian membuka notebook. Sedangkan untuk Wi-Fi begitu keluar dari area hotspot, koneksi data langsung mati.
WiMAX memiliki kemampuan menghantarkan data sampai dengan kecepatan 75 megabit perdetik (Mbps), sedangkan Wi-Fi hanya 11 Mbps. Keunggulan lainnya adalah WiMAX bermain pada frekuensi yang cukup rendah dan lebar, yaitu 2 - 6 gigahertz (GHz). Sedangkan Wi-Fi yang diatur dalam protokol 802.11b di 2,4 GHz dan protokol 802.11a di 5 GHz.
Tidaklah mengherankan kalau kehadiran WiMAX langsung mendapat sambutan dari berbagai perusahaan telefon seluler dunia. Bila pengembangan WiFi memakan waktu tahunan, maka WiMAX untuk menjadi tenar hanya butuh waktu 18 bulan saja. Belakangan ini popularitas WiMAX semakin naik. Teknologi WiMAX bisa jadi lompatan besar bagi perusahaan komunikasi dunia, terutama untuk negara-negara yang sedang membangun di kawasan Asia. Negara yang selama ini masih mengandalkan jaringan kabel. Dengan teknologi ini lompatan menuju jaringan pita lebar atau broadband dapat lebih cepat dilakukan.
Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.
Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau BWA. Serta WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).
Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.
Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.
Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.

Dikutip dari berbagai sumber
Read On 0 komentar

F1 2009 gets more green with KERS

15.56
KERS is coming !

Di musim 2009 ini, FIA membolehkan KERS dipakai di mobil F1. Dengan KERS, balapan akan lebih menarik karena mobil jadi lebih hemat bahan bakar (environment friendly) dan memungkinkan ada power boost yang bisa dimanfaatkan pembalap. Apa sih KERS itu?

Prinsip dasar balap mobil sangat sederhana, yaitu adu cepat. Tetapi sesungguhnya filosofi dalam mendesain mobil dalam rangka memenangkan kompetisi adu kecepatan itu selalu berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Dimulai dari filosofi yang paling sederhana yaitu mendesain engine yang powerful, kemudian yang lebih advanced yaitu memaksimalkan performa ban, sampai mendesain komponen-komponen aerodinamika yang rumit.

Saat ini F1 sedang memasuki generasi yang lebih advance daripada ”generasi aerodinamika” yaitu generasi environment-concern. Perhatian dunia saat ini banyak ditujukan pada issue lingkungan yang mempunyai dua fokus utama yaitu ”clean emission” and ”low fuel consumption” (emisi gas buang yang bersih dan penghematan bahan bakar). Dua fokus ini sejalan dengan dua problem besar yang dihadapi masyarakat bumi saat ini yaitu meningkatnya temperatur bumi secara global (global warming) dan semakin langkanya bahan bakar minyak bumi.

Repotnya, issue lingkungan ini samasekali tidak populer dalam dunia balap karena secara prinsip kontra produktif dengan level competitiveness desain mobil balap. Engine yang didesain untuk menghasilkan low emission (kadar racun gas buang yang rendah) mempunyai ”ongkos” berupa penurunan power.

Berbeda dengan issue emisi gas buang, issue penghematan bahan bakar masih bisa ”mendapat tempat” dalam F1. Walaupun, secara prinsip penghematan bahan bakar juga berdampak langsung pada power engine, namun issue ini lebih mudah ”diakali”. Agar tidak berdampak langsung pada performa engine, penghematan bahan bakar yang dilakukan tidak ditujukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar pada engine, melainkan dengan cara meningkatkan efisiensi komponen-komponen lain yang ”mengkonsumsi” power.

Jika membicarakan efisiensi penggunaan power pada sebuah mobil, para engineer akan langsung berpikir pada satu komponen yang merupakan konsumen power yang paling besar, yaitu rem. Pada prinsipnya, pengemudi mobil yang sedang mengerem mobil pada hakekatnya adalah sedang ”membuang” power. Power yang terbuang adalah power yang seharusnya membuat mobil masih melaju dengan kecepatan tertentu, tetapi saat pengereman justru mobil justru melambat atau bahkan berhenti. Sebetulnya power itu tidak hilang (karena energi itu kekal, tidak bisa dihilangkan) tetapi power itu berubah menjadi energi panas pada disc-brake yang samasekali tidak berguna bagi mobil. Power yang ”terbuang” pada discbrake itu lumayan besar karena saat pengereman yang kuat (hardbraking) temperatur disc bisa mencapai 1000oC dan power yang terbuang menjadi panas bisa mencapai 2200 HP (bandingkan dengan power yang dihasilkan engine F1 V8 2400cc yang ”hanya” menghasilkan power sekitar 750HP ”saja”).

Jika saja power pada rem itu bisa ”ditangkap” sebagian dan kemudian dimanfaatkan untuk membantu engine saat mobil berakselerasi, tentu saja konsumsi bahan bakar akan sedikit lebih hemat. Dan apabila sumbangan power itu dikemas dalam satu paket ”power boost” yang bisa diaktifkan melalui satu tombol di gagang setir pembalap (seperti halnya yang terjadi di ajang balap A1), rasanya tontonan F1 akan jadi lebih menarik.
Di musim 2009 ini, FIA berencara untuk mengeluarkan aturan baru yang mengatur hal-hal mengenai pemanfaatan kembali energi yang terbuang melalui pengereman ini. Metoda pemanfaatan energi yang terbuang di pengereman ini ada dua, yaitu yang pertama dengan cara elektro-mekanis (electro-mechanics) dan yang kedua dengan cara mekanis penuh (fully-mechanics).

Cara elektro-mekanis lebih dulu diusulkan yaitu sejak tahun 2005 lalu yaitu dengan cara menghubungkan satu generator pada poros keluaran dari engine. Generator ini terhubung dengan kapasitor listrik berkapasitas besar. Sistem ini sepenuhnya dikontrol oleh ECU engine. Saat pembalap menginjak pedal rem, ECU memerintahkan generator untuk mengangkap energi kinetik berupa putaran poros dan mengkonversikannya menjadi energi listrik yang disimpan pada kapasitor. Konversi energi kinetik menjadi listrik ini mempunyai efek pengereman yang berguna untuk membantu rem bekerja. Dengan demikian, tempratur discbrake tidak akan terlalu panas karena sebagian energi pengereman sudah tersimpan dalam kapasitor. Pada saat berakselerasi, giliran kapasitor yang diperintahkan ECU untuk meng-energize generator (yang dalam hal ini bertindak sebagai motor) untuk berputar. Putaran motor ini akan menambah power yang berasal dari engine.

Cara yang full mekanis sering dinamai orang sebagai Kinetic Energy Recovery System (KERS) atau sistem pembangkitan kembali energi kinetik. Prinsip kerjanya hampir sama dengan sistem elektro-mekanis yatu menangkap energi kinetik (berupa putaran poros) yang kemudian disimpan dan nantinya akan dikeluarkan kembali saat mobil berakselerasi. Bedanya, pada sistem ini penyimpanan energi kinetik tidak dalam bentuk energi listrik tetapi tetap berupa energi kinetik yang tersimpan pada putaran flywheel. Selain flywheel, KERS dilengkapi dengan sistem tranmisi plus kopling. Kopling bertugas sebagai penyambung/pemutus hubungan antara KERS dengan poros penggerak dari engine.

Flywheel adalah roda bermassa besar. Benda bermassa besar mempunyai momentum yang juga besar. Momentum besar ini mempunyai prinsip dasar yaitu, saat dalam keadaan diam susah untuk diputar tetapi saat sudah berputar susah untuk direm. Prinsip ini dimanfaatkan dalam KERS. Saat mobil melaju normal, sistem KERS tidak terhubung dengan poros engine. Tetapi begitu pembalap menginjak rem ECU memerintahkan kopling pada sistem KERS untuk menghubungkan KERS dengan poros engine. Akibatnya, massa poros engine akan mengalami perlambatan karena sebagian powernya dipergunakan untuk memutar flywheel yang berat. Efek perlambatan ini membantu pengereman. Saat pedal rem tidak lagi terinjak, KERS terpisah dari poros engine tetapi flywheel (karena massanya yang besar) terus berputar. Saat pembalap berakselerasi, ECU bisa memerintahkan kopling untuk kembali terhubung dengan poros engine dan kali ini putaran flywheel akan membantu engine untuk berakselerasi. Sistem transmisi di KERS akan mengatur putaran KERS agar sesuai dengan kebutuhan engine untuk melakukan perlambatan atau percepatan.

ECU bisa mengatur kapan percepatan itu harus dilakukan. Timing ini bisa dihubungkan dengan tombol power-boost di gagang setir pembalap apabila kelak power-boost diijinkan di F1.

Secara tradisional, balap mobil biasanya identik dengan pemborosan bahan bakar. Tetapi teknologi bisa mengubah semuanya. Sebagai pioneer pada bagi perkembangan teknologi di dunia otomotif, F1 bisa menyumbangkan sesuatu bagi kebutuhan dunia otomotif dunia, termasuk issue-issue sensitif di bidang lingkungan seperti ini.

(dari sumber lain)
Read On 0 komentar

Penyambung Lidah Rakyat (otobiografi Bung Karno) Karya: Cindy Adams

14.49
Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.
Bagi pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.
Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.
Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialis-me dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat.
Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya. Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok politisi kaum abangan yang “kurang islami”. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”.
Buku ini mengungkap bagaimana rakyat dengan berbagai macam golongan Sosial, Agama, dan RAs (SARA), dengan lidah-lidah mereka sendiri berusaha menyuarakan hasrat kehidupan yang selama ini menjadi rapuh dibisukan. Meski dewasa ini orang-orang yang bersedia "mengemban amanat rakyat" tidak kurang. Akan tetapi, tidak mudah lagi menemukan orang-orang yang merasa bahwa kepentingannya disuarakan. Dan justru orang-orang yang langka seperti itulah yang dibuang dari pikiran.
Manipulasi sejarah dilakukan secara sistematis dan meluas demi kepentingan politik dan kekuasaan. Mengapa Proklamator Sukarno tidak tampak saat pengibaran bendera Merah Putih 17 Agustus 1945 yang dimuat dalam buku Pejuang dan Prajurit? Kemudian, siapa yang melakukan rekayasa dalam buku Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, bahwa Sukarno tidak memerlukan Hatta dan Sjahrir, bahkan ?peranan Hatta dalam sejarah tidak ada?? Mengapa peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 digambarkan menyanjung Soeharto dan melupakan Sultan Hamengku Buwono IX sebagai konseptor? Bagaimana kisah diorama Monumen Nasional era Orde Baru yang penuh manipulasi sejarah? Penulis melalui bukunya ini membeberkan kebenaran sejarah secara jujur. Bukan hanya membongkar manipulasi dan rekayasa sejarah Indonesia saja, tetapi juga menampilkan tokoh-tokoh pergerakan dengan kisah yang menyentuh hati. Kisah Agus Salim yang dikatakan menguasai ?bahasa kambing dan kuda?. Kisah Mayor John Lie, seorang tokoh etnis Tionghoa, yang berani membersihkan ranjau laut. Juga kisah M.H. Thamrin seorang politikus santun yang ?satu napas? dengan Bung Karno.


Download Penyambung Lidah Rakyat :
Server 1
Read On 0 komentar

Reset Sistem Nokia seri Multimedia jadul

13.51

Beberapa hari yang lalu ada temen yang nanyain cara reset HP nokia 3650,3660, 6600 dan sebangsanya yang menggunakan system symbian versi jadul (symbian dibawah versi 9.0) saya jadi inget trik lama hasil googling doeloe, saya suruh reset aja sistemnya. Ada 2 metode reset yaitu soft reset dan hard reset. Perbedaanya yaitu kalo soft reset hanya melakukan reset sistem sehingga menjadi seperti pertama kali dibuat (default) namun tidak menghapus data yang ada di Hp, namun jika anda melakukan hard reset, bukan hanya sistem yang kembali default data pun akan hilang.

Percobaan pertama dengan soft reset, caranya yaitu :

  1. Ketik *#7780# tunggu beberapa detik akan ada konfirmasi reset
  2. Masukan security code : 12345 (Jika belum dirubah)

Hasilnya ternyata cukup membantu, menu jadi bisa dibuka tapi ngapus sms masih gak bisa n batere masih te2p ngedrop.

Jika masih ada masalah lain dan membutuhkan hard reset, jangan lupa untuk mem-back up terlebih dahulu data dari phone cell anda, karena dengan hard rest ini semua data akan terhapus.

Cara melakukan hard reset adalah sebagai berikut :

  1. Ketik *#7379# atau *#7370# pilih salah satu dari kode tersebut, tunggu beberapa detik akan ada konfirmasi reset
  2. Masukan security code : 12345 (Jika belum dirubah)

Setelah direset ternyata Hp kembali seperti semula sistemnya, menu oke, hapus sms oke, batere jadi normal lagi, hanya datanya jadi hilang semua.

Jika cara hard reset diatas tidak bekerja dan malah membuat hp anda hang dan tidak mau boot, maka ada cara lagi untuk melakukan hard reset, yaitu :

  1. Pastiin Batere Full (menjaga kemungkinan gagal, pengalaman saya batre kagak full proses ini gagal)
  2. Matikan HP (tekan tombol Switch Off Hp untuk mematikan)
  3. Tekan dan tunggu 3 tombol yaitu Tombol angkat telephone (gagang telp warna hijau), tombol * dan yang terakhir tombol nomor 3. "Berbarengan dengan 3 tombol tersebut teken dah tombol switch On". Proses format sedang berlangsung. Jangan melepas pijitan tombol-tombol tersebut sebelum proses format selesai (bisa rusak total kali?)

Mudah-mudahan anda berhasil dengan Hp anda masing-masing

Semoga berhasil.

Disadur dari beberapa sumber yang udah jadul banget dari hasil googling jaman doeloe
Read On 0 komentar

Followers


Daftar Favorit